Senin, 23 Juni 2014



                       METODE BACA KITAB SISTEMATIS, APLIKATIF DAN EVISIEN
                                                       THORIQOH AL MANZILAH

THORIQOH I
(Maksimal 8 tatap muka @ 60 menit)

Daftar Isi :

Pengantar
1.  Pengertian Nahwu dan shorrof
2.  Tujuan Belajar Nahwu dan Shorrof
3.  Teknik Belajar Nahwu Shorro Metode THORIQOH atau Musyawarah Kitab Kuning Thoriqoh (MKKT)

4.  Kalimat dan Pengertiannya
·        Huruf dan Macamnya serta Kaidahnya
·        Isim Ditinjau dari Beberapa Segi serta kaidahnya
·        Fi’il Ditinjau dari Beberapa Segi serta Kaidahnya


THORIQOHI II
(Maksimal 12 tatap muka @ 60 menit)

Daftar Isi :

Pengantar
1.  Mubtada’ dan Khobar
2.  Fa’il dan Naibul Fa’il
3.  Mengenal Jumlah Ismiyah dan Fi’liyah
4.  Mengenal Fa’il dan Naibul Fail
5.  Syibhul Jumlah
6.  KANA, INNA dan saudara-saudaranya
7.  Macam-Macam Maf’ul
8.  Na’at dan Man’ut
9.  ‘Athof dan Ma’thuf
10. Badal dan taukid
11. Hal, Tamyiz, Nida’/Munada
12. LA nafi Liljinsi
13. Isim Alam, Isyaroh, Syarat
14. Isim Ghoiru Munshorif
15. Macam-Macam Isim Dhomir
16. Istitsna’ dan Idhofah
17. Mengenal Huruf-Huruf Isti’naf/Ibtida’
18. Mengenal Faidah-faidah Huruf
19. Jumlah Kalimat Yang Menempati Kedudukan Dalam I’rob
20. Jumlah Kalimat Yang Tidak Menempati kedudukan Dalam I’rob

Bersambung ke hal. Berikutnya ………..


THORIQOHI II
Edisi Praktek
(Maksimal 16 tatap muka @ 80 menit )

Pengantar:

1.   Pengajian dan Pemahaman Kitab Fathul Qorieb
2.   Meninjau Suatu Kalimat Dari Sisi Nahwu dan Kaidahnya
3.   Meninjau Suatu Kalimat Dari Sisi Shorrof dan Kaidahnya



Catatan : Cara mempelajari Kitab Metode Thoriqoh sebagai berikut :

1.  Siswa harus bisa menjawab tiga pertanyaan, yaitu Apa Kalimatnya ? Mengapa / Atau apa alasannya ? dan bagaimana Kaidahnya ?
2.  Cara mengi’rob, seorang siswa / guru harus memunculkan kata-kata : HURUF AKHIRNYA, bila yang di i’rob itu kalimat isim atau ADALAH, bila yang di tafshil itu adalah fi’il atau huruf dan selalu menyebut KAIDAHNYA di ……………   sesudahnya.
3. Selalu mengucapkan kaidahnya, walaupun sebelumnya telah diucapkan. Artinya harus Takror dan takror. Dan jangan sekali-kali menyebut kata TERMASUK, kwatir kabur bagi siswa atau pendengar.



                                    Nopember 1435 H /2013 M









Tidak ada komentar:

Posting Komentar